Arsip Blog

Selasa, 24 Juli 2012

Kisah Nyata Seorang Gadis Kecil Penghafal Qur’an Bernama Bar’ah, Penderitaan Hidup Yang Silih Berganti Selalu Ia Lewati Dengan Keikhlasan Dan Kesabaran

6
http://tausyah.wordpress.com/Bar'ah
Bar'ah
Ini adalah kisah gadis berumur 10 tahun bernama Bar`ah, yang orangtuanya dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Pada usia ini, Bar `ah menghafal seluruh Al Qur’an dengan tajweed, dia sangat cerdas dan gurunya mengatakan bahwa dia sudah maju untuk anak seusianya. Keluarganya kecil dan berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya … . hingga suatu hari ibunya mulai merasa sakit  perut  yang  parah dan  setelah  beberapa  kali  diperiksakan  diketahuilah  ibu  bar’ah menderita kanker, dan kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.
Ibu bar’ah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan tidak  menemukan ibunya di sampingnya … dan inilah ucapan ibu bar’ah kepadanya “Bar`ah aku akan pergi ke  surga di depan Anda, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al- Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak.. “
Gadis kecil itu tidak benar-benar mengerti apa yang ibunya berusaha beritahukan, Tapi dia mulai merasakan perubahan keadaan ibunya, terutama ketika ibunya mulai dipindahkan ke  rumah  sakit  untuk  waktu  yang  lama.  Gadis  kecil  ini  menggunakan  waktu  sepulang sekolahnya untuk  menjenguk  ibunya ke rumah  sakit  dan  membaca Quran  untuk ibunya sampai malam sampai  ayahnya  datang dan  membawanya  pulang. Suatu hari pihak rumah sakit memberitahu ayah bar’ah  bahwa kondisi istrinya itu sangat buruk dan ia perlu datang secepat dia bisa melalui telepon, sehingga ayah bar’ah menjemput Bar `ah dari sekolah dan menuju ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di depan rumah sakit ia memintanya untuk tinggal di mobil … sehingga ia tidak akan shock jika ibunya meninggal dunia.
Ayah keluar dari mobilnya, dengan penuh air mata di matanya, ia menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit, tapi tiba-tiba datang sebuah mobil melaju kencang dan menabrak ayah bar’ah dan ia meninggal seketika di depan putrinya itu…tak terbayangkan ..tangis gadis kecil ini pada saat itu…!
Tragedi  Bar  `ah  belum  selesai  sampai  di  sini…  berita  kematian  ayahnya  yang disembunyikan dari ibu bar’ah yang masih opname di rumah sakit, namun setelah lima hari semenjak kematian suaminya akhirnya ibu bar’ah meninggal dunia juga. Dan kini gadis kecil ini  sendirian  tanpa  kedua orangtuanya  ,  dan  oleh  orangtua  teman-teman  sekolah  bar’ah memutuskan untuk mencarikan kerabatnya di Mesir, sehingga kerabatnya bisa merawatnya.
Tak berapa lama tinggal di mesir gadis kecil Bar `ah mulai mengalami nyeri mirip dengan ibunya  dan oleh keluarga yang mengasuhnya ia lalu diperiksakan , dan setelah beberapa kali tes di dapati bar’ah juga mengidap  kanker … tapi sungguh mencengangkan kala ia di beritahu kalau ia menderita kanker….inilah perkataan bar’ah kala itu: “Alhamdulillah, sekarang aku akan bertemu dengan kedua orang tua saya.”
Semua  teman-teman  dan  keluarga  terkejut.  Gadis  kecil  ini  sedang  menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya!…..Subhanallah
Orang-orang mulai mendengar tentang Bar `ah dan ceritanya, dan Saudi memutuskan untuk mengurusnya … mereka mengirimnya ke Inggris untuk pengobatan penyakit ini.
Salah satu saluran TV Islam (Al Hafiz – The pelindung) mendapat kontak dengan gadis kecil ini dan memintanya untuk membaca Quran … dan ini adalah suara yang indah yang di lantunkan oleh bar’ah …
http://www.youtube.com/watch?v=Gurpc0Z4EwQ
lantunan Suara Bar’ah membaca Qur’an
http://www.youtube.com/watch?v=PfFQ1eQFMuk
Mereka menghubungi lagi Bar’ah sebelum ia pergi ke Coma (nama kota) dan dia berdoa untuk kedua orangtuanya dan menyanyikan Nasheed …
Hari-hari  terlewati  dan  kanker  mulai  menyebar  di  seluruh  tubuhnya,  para  dokter memutuskan untuk mengamputasi kakinya, dan ia telah bersabar dengan apa yang ditetapkan Allah  baginya  …  tapi  beberapa  hari  setelah  operasi  amputasi  kakinya  kanker  sekarang menyebar ke otaknya, lalu oleh dokter  memutuskan untuk melakukan operasi otak … dan sekarang bar’ah berada di sebuah rumah sakit di Inggris menjalani perawatan
Video Bar’ah lainnya, kondisi di rumah sakit .. .
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang
Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [Al Baqarah:45]
Subhanallah..siapa yang tidak tergugah hatinya setelah mengetahui kabar ini, untuk itu bagi seluruh saudara/i mukminin dan mukminah yang membaca artikel ini, mari berdo’a untuk bar’ah semoga Keselamatan Rahmad dan Berkah ALLAH Tabaraka wa Ta’ala senantiasa baginya juga bagi kedua orang tuanya.

Kisah Seorang Arab Badwi Bersama Rasulullah Yang Tidak Akan Dihisab Di Padang Mahsyar, Diampuni Segala Kesalahannya Dan Menjadi Ahli Syurga, Serta Tangisan Rasulullah Yang Mengguncang Arsy

6
http://tausyah.wordpress.com/Arab
Arab
Dalam sebuah riwayat dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau  mendengar  seseorang  di  hadapannya bertawaf,  sambil berzikir:  “Ya  Karim!  Ya Karim!”Rasulullah  s.a.w.  menirunya  membaca  “Ya  Karim!  Ya  Karim!”  Orang  itu  Ialu berhenti di  salah  satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”
Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:
“Wahai  orang  tampan!  Apakah  engkau  memang  sengaja  memperolok-olokkanku, karena  aku  ini  adalah  orang  Arab  badwi?  Kalaulah  bukan  karena  ketampananmu  dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”
“Saya  percaya  dengan  mantap  atas  kenabiannya,  sekalipun  saya  belum  pernah melihatnya,   dan   membenarkan   kenabiannya,   sekalipun   saya   belum   pernah   bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula.
Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah’.. aku inilah Nabimu  di  dunia  dan  penolongmu  nanti  di  akhirat!”  Melihat  Nabi di  hadapannya,  dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.
“Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:
“Wahal orang Arab! janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada tuannnya, Ketahuilah, ALLAH mengutusku bukan untuk menjadi  seorang  yang  takabbur  yang  meminta  dihormati,  atau  diagungkan,  tetapi  demi membawa berita.
Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: “Ya Muhammad!  ALLAH mengucapkan salam kepadamu dan berfirman: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih ALLAH. Ketahuilah bahwa ALLAH akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti,  akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu,  Jibril kemudian pergi. Kemudian Rasululllah Shallallahu Alaihi wa Sallampun menyampaikan kabar dari Malaikat yang mulia Jibril Alaihissalam itu kepada arab badwi.
Maka orang Arab itu pula berkata: “Demi keagungan serta kemuliaan ALLAH,  jika ALLAH akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengan-Nya!” kata orang Arab badwi itu.
“Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan ALLAH?” Rasulullah bertanya  kepadanya.
‘Jika  ALLAH  akan  memperhitungkan dosa-dosa  hamba,  maka hamba akan  memperhitungkan  betapa  kebesaran  maghfirahnya,’  jawab  orang  itu.
‘Jika  Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba,  maka hamba akan memperhitungkan betapa  keluasan  pengampunan-Nya.  Jika  Dia memperhitungkan kekikiran hamba,   maka hamba akan memperhitungkan pula betapa mulia kedermawanannya!’
Mendengar  ucapan  orang  Arab  badwi  itu,  maka  Rasulullah  s.a.w.  pun  menangis mengingatkan  betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Karenanya Malaikat Jibril turun kembali seraya berkata:
“Ya Muhammad! ALLAH menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa ALLAH  tidak  akan  menghisab  dirinya,  juga  tidak  akan  memperhitungkan  kemaksiatannya. ALLAH sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan  menjadi temanmu di syurga nanti!”. Setelah mendengar perkabaran itu Rasulullahpun mengabarkannya kepada arab badwi dan alangkah senangnya orang Arab badwi itu  mendengar berita tersebut. lapun  menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

Cerita Cinta Dan Taubatnya Al-Qass Seorang Pemuda Yang Shaleh Serta Nyanyian Cinta Sallamah Sang Gadis Pinangan Orang Quraisy

6
http://tausyah.wordpress.com/Kisah Cinta
Kisah Cinta
Al-Qass adalah orang yang paling baik ibadahnya di mata penduduk Mekkah. Pada suatu hari dia bertemu dengan Sallamah, gadis pinangan orang Quraisy. Lalu al-Qass mendengar nyanyiannya dan berhenti untuk mendengarkannya.
Pada saat itulah majikan gadis itu melihat al-Qass dan berkata,
“Maukah Anda masuk untuk mendengarkannya?”
Al-Qass pura-pura tidak mau sampai gadis itu mengizinkannya.
Al-Qass berkata, “Tempatkan saya di tempat yang sepi agar saya tidak dapat melihat dia dan dia tidak melihatku” Kemudian al-Qass masuk dan gadis itu pun menyanyi.
Gadis itu tertarik kepadanya. Lalu majikannya menawarkan kepada al-Qass untuk berkenalan dengannya, tetapi al-Qass tidak mau.
Pada suatu hari gadis itu berkata kepadanya, “Sungguh aku mencintaimu.”
Al-Qass menjawab, “Saya juga mencintaimu.”
Gadis itu berkata, “Aku ingin sekali mengecup bibirmu.”
Al-Qass berkata, “Saya juga.”
Gadis itu berkata, “Saya ingin menempelkan dadaku ke dadamu.”
Al-Qass menjawab, “Saya juga.”
Gadis itu berkata, “Lalu mengapa Anda tidak melakukannya? Sungguh tempat ini benar-benar sepi.”
Al-Qass menjawab, “Saya mendengar Allah berfirman yang artinya: Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS: az-Zukhruf:67)
Saya tidak ingin kasih sayang antara diriku dan dirimu berubah menjadi permusuhan di hari kiamat.”
Lalu gadis itu berkata, “Wahai al-Qass! Apakah Tuhanku dan Tuhanmu tidak menerima kita kalau bertobat kepadanya?
Al-Qass menjawab, “Ya! Tetapi saya tidak aman dari kematian yang datang dengan tiba-tiba.”
Kemudain al-Qass berdiri dan kedua matanya mengeluarkan air mata. Setelah itu dia tidak pernah kembali lagi ke tempat itu dan beribadahlah dia seperti sedia kala.
http://tausyah.wordpress.com

Aisyah binti Abu Bakar ra

Namanya adalah Aisyah yang diberi julukan as-Shiddiq ‘perempuan yang benar dan lurus’ dan masih banyak lagi julukan yang disematkan kepada sosok wanita cerdas nan mulia ini. Akan tetapi, Rasulullah lebih sering memanggilnya dengan Bintush-Shiddiq ‘putri dari laki-laki yang benar dan lurus (Abu Bakar)’.

Aisyah kecil adalah seorang anak yang cerdas. Tanda-tanda kecerdasannya itu terlihat dari perbuatan dan perkataannnya seolah-olah menandakan masa depan yang cemerlang dan akan melahirkan prestasi-prestasi besar. Akan tetapi, Aisyah kecil tetaplah seorang bocah yang tidak lepas dari dorongan naluriyah sebagai seorang bocah yang gemar bermain bersama teman-teman sepermainannya. Mainan yang disukai Aisyah adalah boneka dan ayunan. Suatu hari Rasulullah mendatangai Aisyah yang sedang asyik bermain boneka, di antara boneka-boneka itu ada boneka yang mempunyai sayap di kedua sisinya. Melihat boneka itu, Rasuulullah bertanya, “Apa ini, wahai Aisyah?”

“Kuda,” jawab Aisyah.

“Adakah kuda yang mempunyai dua sayap,” tanya Rasulullah kemudian.

“Bukankah kuda Sulaiman memiliki banyak sayap,” jawab Aisyah. Rasulullah tertawa mendengar jawaban Aisyah. Dari jawaban Aisyah tersebut terlihat akan kecerdasan, kepolosan, dan pengetahuannya yang luas tentang pengetahuan.
Aisyah kecil bukanlah sosok yang biasa. Dia mampu mengingat dengan baik apa yang terjadi masa kecilnya, termasuk hadits-hadits yang didengarnya dari Rasulullah. Ia mampu memahami hadits-hadits itu, meriwayatkannya, menyimpulkan, dan memberi penjelasan tentang detail-detail hukum fiqih yang terkandung di dalamnya.

-----

Khadijah binti Khuwailid merupakan istri pertama Rasulullah. Beliau adalah wanita pertama yang beriman memeluk islam dan kemudian menjadi pendamping terbaik Rasulullah di kala suka dan duka. Ketika penentangan kaum kafir terhadap dakwah Islam, Rasulullah sangat membutuhkan motivasi, hiburan, dan kekuatan, Khadijahlah yang selalu siap memberikan segalanya. Oleh karena itu, ketika Khadijah berpulang ke rahmatullah, Rasulullah merasakan duka yang amat mendalam. Hal itu membuat para sahabat merisaukan kondisi Rasulullah yang tenggelam dalam duka. Suatu hari, Kaulah binti Hakim (istri Utsman bin Mazh`un) mendatangi Rasulullah dan bertanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau ingin menikah lagi?”

“Dengan siapa?” tanya Rasulullah.

“Perempuan seperti apa yang ingin engkau nikahi, gadis atau janda?” tanyanya.

Rasulullah balik bertanya, “Siapa yang gadis dan siapa pula yang janda?”

“Jika engkau menghendaki seorang janda, maka menikahlah dengan Saudah binti Zam`ah. Jika engkau mengingini seorang gadis, maka menikahlah dengan putri dari orang yang paling engkau cintai, Aisyah binti Abu Bakar,” jelasnya.

“Kalau begitu sampaikanlah kepadanya,” kata Rasulullah. Maka, Kaulah pun berangkat menuju kediaman Abu Bakar untuk menyampaikan sebuah berita.

Dalam beberapa hadits, dikisahkan bahwa Rasulullah pernah bermimpi didatangi oleh malaikat yang membawa secarik kertas kain sutra. Rasulullah bertanya, “kain apakah ini?”

Malaikat pun menjawab, “Inilah istrimu?”

Maka, Rasulullah membuka kain itu dan ternyata gambar Aisyah tercetak di dalamnya.
Bukhari meriwayatkan kisah itu sebagai berikut. Rasulullah bersabda kepada Aisyah,
“Sebelum menikahimu, aku pernah melihatmu dua kali di dalam mimipi. Aku melihat malaikat membawa secarik kain yang terbuat dari sutra. Kukatakan kepadanya, ‘Singkapkanlah.’ Malaikat itu pun menyingkapkannya. Dan ternyata, kain itu memuat gambarmu. Lalu kukatakan, ‘Jika ini merupakan ketentuan Allah, maka Dia pasti akan membuatnya terjadi.’ Pada kesempatan lain, aku kembali melihatnya datang membawa secarik kain yang terbuat dari sutra. Maka, kukatakan ‘Singkaplah’. Dan ternyata itu memuat gambarmu. Lalu aku berkata, ‘Jika itu merupakan ketentuan Allah, maka Dia pasti akan membuatnya terjadi.’” (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Akhirnya, Aisyah pun dinikahkan dengan Rasulullah. Ketika itu, Aisyah adalah seorang gadis cilik yang masih kenakak-kanakan dan berusia enam tahun. Dalam sebuah hadits, Asiyah menuturkan, “Rasulullah menikahiku ketika aku berusia enam tahun. Dan kami mulai hidup bersama ketika usiaku Sembilan tahun. Kami tiba di Madinah. Suatu hari, ketika aku sedang asyik bermain ayunan bersama teman-temanku, ibuku tiba-tiba datang dan berseru agar aku mendatanginya. Aku tidak tahu apa yang dia inginkan dariku. Ia lalu menggandeng tanganku hingga ke depan pintu rumah sampai aku terngah-engah. Setelah itu, aku menenangkan diri hingg napasku normal kembali. Ketika aku memasuki rumah, banyak perempuan Anshar telah berkumpul di sana. Mereka berkata kepadaku, ‘Semoga engkau memperoleh kebaikan, berkah, dan nasib yang baik.’ Ibuku pun menyerahkanku kepada mereka untuk mencuci rambutku dan merias wajahku. Tiba-tiba, aku dikejutkan oleh masuknya Rasulullah ke dalam kamarku pagi itu. Lalu para perempuan tadi menyerahkan diriku kepada baliau.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Darimi)



----

Tidak ada waktu atau jam pelajaran tertentu bagi Aisyah untuk belajar kepada Rasulullah. Ia tinggal bersama Rasulullah dan memiliki kesempatan untuk menemani beliau sepanjang siang dan malam. Selain itu, majelis-majelis ilmu dan dakwah selalu diadakan di Masjid Nabawi setiap hari, sementara kamar Asiyah berdempetan dengan masjid. Setiap kali ada persoalan yang tidak dia pahami selalu ditanyakannya kepada Rasulullah di rumah, namun dalam beberapa kesempatan Aisyah berusaha mendekat ke masjid agar ia dapat menyimak dengan jelas pelajaran yang disampaikan Rasulullah. Sehari dalam seminggu, Rasulullah juga menyempatkan diri untuk mengajar kaum perempuan. Dengan begitu, Aisyah memiliki kesempatan untuk mempelajari sunnah-sunnah Rasulullah tentang berbagai ilmu pengetahuan. Aisyah juga dikenal sebagai seseorang yang memiliki rasa ingin tahu yang mendalam sehingga ia terkenal sebagai sosok seorang wanita yang suka mengajukan pertanyaan dan tidak pernah merasa puas sebelum persoalan terselesaikan. Ia melacak setiap hal hingga ke bagian-bagian yang paling mendalam dan mendetail.

Rumah yang ditempati Rasulullah bersama Aisyah bukanlah istana yang besar dan megah, namun lebih tepat dikatakan sebagai kamar-kamar dan ruangan-ruangan kecil di perkampungan bani Najjar di sekeliling Masjid nabawi. Kediaman Rasulullah merupakan sumber cahaya ilahi dan mata air kenabian. Tetapi, dia tidak memiliki lentera duniawi. Rumah Rasulullah tidak memiliki lampu penerang. Aisyah mengisahkan, “Pernah selama empat puluh malam pada masa Rasulullah, rumah beliau tidak diterangi oleh lentera atau apa pun yang sejenisnya.” (HR Thayalisi dan Ishaq bin Rahawaih)

Pada awalnya, Aisyah hanya tinggal berdua bersama Rasulullah. Lalu Asiyah membeli seorang budak perempuan bernama Barirah dengan syarat agar perwalian budak itu berada di tangannya. Saat itu, istri Rasulullah hanyalah Saudah dan Aisyah. Maka, beliau selalu tinggal di rumah Aisyah sekali setiap dua malam, bergantian dengan Saudah. Ketika rasulullah akhirnya memiliki banyak istri, Saudah telah semakin tua. Ia pun meyerahkan hari gilirannya untuk diambil oleh Aisyah. Maka dalam Sembilan hari, Rasulullah tinggal bersama Aisyah selama dua hari—hari gilirannya sendiri ditambah hari giliran Saudah. (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Rasulullah bersama istri-istrinya tidak terlalu memedulikan kenyamanan rumah mereka dan tidak membutuhkan kenikmatan lahiriyah. Sangat jarang api dinyalakan di rumah Rasulullah.

---

Aisyah adalah salah seorang yang paling dicintai oleh Rasulullah. Para sahabat mengetahui dan mengakui hal tersebut. Jika mereka ingin memberikan sesuatu kepada Rasulullah, maka mereka akan memilih hari ketika beliau sedang bersama Aisyah. Rasa cinta Rasulullah kepada Aisyah membuat istri-istri beliau yang lain cemburu—sesuatu yang wajar dalam kehidupan berumah tangga. Suatu hari mereka mengutus Fatimah untuk menemui Rasulullah dan mengadukan kecemburuan mereka. Memenuhi permintaan itu, Fatimah menemui Rasulullah dan berkata, “Istri-istri ayah meminta ayah untuk berbuat adil dalam urusan Aisyah.”

“Wahai Fatimah, putriku, tidakkah engkau mencintai apa yang kucintai?” ujar Rasulullah.

Maka Fatimah pun kembali menemui para istri Rasulullah dan menyampaikan apa yang disampaikan oleh ayahnya. Ketika mereka meminta Fatimah untuk sekali lagi menyampaikan tuntunan mereka tentang Aisyah, Fatimah pun menolak. (HR Bukhari)
Meski dilanda rasa cemburu, istri-istri Rasulullah yang lain mengakui bahwa Aisyah layak memperoleh cinta beliau. Mereka sadar bahwa pengetahuan Aisyah tentang rahasia-rahasia Nabi jauh lebih kuat dan lebih mendalam dibandingkan dengan pengetahuan mereka.

Aisyah tidak hanya mencintai Rasulullah, dia juga selalu merindukan dan mengagumi beliau sepenuh hati. Cinta Aisyah kepada Rasulullah adalah cinta seorang perempuan muslim kepada Nabinya, cinta seorang istri kepada suaminya, serta cinta seorang perempuan kepada seorang laki-laki. Aisyah juga layaknya wanita biasa yang kadang dipenuhi rasa cemburu yang hebat kepada istri-istri Rasulullah yang lain dalam memperebutkan cinta dan perhatian Rasulullah. Sebuah perasaan yang timbul dari naluri kewanitannya. Allah telah menjadikan kehidupan Rasulullah sebagai teladan sempurna bagi semua seluruh umat manusia. Beliau adalah suami terbaik yang selalu bersikap lemah lembut kepada istri dan keluarganya. Beliau tidak pernah bersikap keras kepada mereka. Ketika salah seorang dari istrinya marah, beliau justru berusaha meredakan kemarahannya.

Kala itu adalah tahun kesebelah hijriah. Usia Aisyah memasuki usia kedelapan belas. Ia sangat menikmati kehidupan berumah tangga bersama Rasulullah dalam suasana cinta, kasih sayang, dan kesetiaan di sepanjang waktu dan kesempatan. Suatu hari di bulan Shafar, tahun kesebelas Hijriah, Rasulullah mendatangi Aisyah dan mengeluhkan rasa sakit di kepalanya. Semakin lama, semakin berat rasa sakit yang diderita Rasulullah. Akan tetapi, beliau tetap berkeliling menunaikan giliran kunjungan terhadap istri-istri beliau. Ketika rasa sakit itu tak tertahankan, Rasulullah selalu bertanya dimana beliau tinggal hari ini dan di mana beliau akan tinggal esok hari, seakan-akan beliau tidak sabar menunggu giliran untuk bersama Aisyah. Oleh karena itu, istri-istri beliau mengizinkan Rasulullah untuk dirawat di mana pun beliau suka. Kemudian beliau memilih dirawat di rumah Aisyah hingga akhirnya beliau wafat di tempat Aisyah (HR Bukhari dan Muslim)

Ulasan yang lengkap dan mendalam tentang sosok Aisyah dikupas tuntas dalam buku Aisyah; The True Beauty karya Sulaiman an-Nadawi yang telah diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Pena Pundi Aksara. Penulisnya menuliskan kisah kehidupan Aisyah dengan apik dan cermat dalam menggambarkan sosok Aisyah dengan memasukkan hadits-hadits yang menguatkan. Sulaiman an-Nadawi adalah seorang ulama yang dilahirkan di India dan masih memiliki garis keturunan dengan Ali bin Abu Thalib, baik dari pihak ayah maupun ibunya. Selain mendalami ilmu hadits, dia juga mendalami ilmu kalam, tafsir, fiqih, dan sejarah. Cakupan dari isi buku, yaitu membahas tentang masa kecil Aisyah, serba-serbi pernikahan Aisyah dengan Rasulullah, kehidupan rumah tangga Aisyah selama mendampingi Rasulullah, hikmah yang didapat Aisyah dari poligami sang suami, Aisyah sepeninggal Rasulullah, karakter dan keistimewaan Aisyah, penguasaan Aisyah atas ilmu-ilmu yang terkandung dalam Al-Qur`an, hadits, dan syariat, Aisyah sebagai salah satu sumber ilmu, Jasa Aisyah kepada kaum perempuan. [mirna]

Senin, 23 Juli 2012

Keteladanan Pribadi Rasulullah

Keteladanan Pribadi Rasulullah

Rasulullah merupakan hamba Allah yang sangat indah akhlaknya. Setiap muslim pasti ingin mencontoh akhlak mulianya. Seperti apakah akhlak yang dicontohkan baik dari wajah, cara berbicara, ketawadhuan maupun keberanian beliau. Mari Anda simak sejenak.
*Wajahnya
Wajah beliau selalu cerah ceria, jernih lagi menyenangkan untuk dilihat siapa pun. Pandangannya yang terpelihara dari hal maksiat, dari yang bukan muhrimnya. Senyum yang tulus selalu terpancar di wajahnya bisa membuat siapa pun merasa tentram serta menularkan sebuah semangat hidup.
Ucapan salam serta tegur sapanya selalu mendahului orang lain yang akan menyalaminya. Beliau memang berusaha menjadi orang yang paling awal berbuat kebaikan. Beliau pernah bersabda, “ jangan sekali-kali kamu remehkan kebaikan meski berupa keceriaan wajah ketika bertemu dengan saudaramu” (HR. Muslim).
*Berbicara
Dalam berbicara beliau sangat fasih, jelas, tidak bertele-tele. Beliau selalu memelihara diri dari perkataan sia-sia. Pembicaraannya selalu tepat situasi dan kondisi, sarat dengan makna dan hikmah, begitu teruntai dengan indah dan mengesankan. Setiap orang yang mendengarkan merasakan kandungan manfaat yang mendalam dari setiap ucapannya karena setiap yang ia ucapkan selalu bersesuaian dengan tindakannya.
*Ketawadhuannya
Di dalam diri beliau tidak ada seditpun kesombongan. Bahkan pesona ketawadhuannya semakin mengokohkan kemuliannya. Beliau sama sekali tidak menginginkan orang berdiri untuk menyambut kedatangannnya sebagaimana yang dilakukan para pejabat atau raja-raja pada masanya.
Di masjid, beliau duduk di mana saja, tidak menginginkan tempat yang disitimewakan. Beliau membawa sendiri barang belanjaannya di pasar tanpa merasa sungkan atau malu. Beliau biasa menjenguk orang sakit dan duduk bersama orang miskin. Selalu memenuhi undangan meski hanya seorang hamba sahaya yang mengundangnya, dan tidak suka membedakan diri dari para sahabatnya.
Aisyah pernah berkata, “Rasulullah biasa menambal terompahnya, menjahit bajunya, melaksanakan pekerjaan dengan tangannya sendiri. Beliau sama dengan yang lain, mencuci pakaiannya sendiri, memerah air susu dombanya, dan membereskan urusannya sendiri.”
*Keberaniannya
Beliau adalah manusia yag sangat pemberani dan memiliki sikap patriot yang luar biasa plus kekuatan fisik yang dasyat. Tak sulit untuk mengetahui keebradaannya di medan peperangan. Beliau tak kenal takut menghadapi situasi sulit dan tak pernah gentar berhadapan dengan musuh-musuhnya.
Beliau merupakan sosok yang paling tegar, pantang mundur, dan tidak bergeming saat situasi sengit mangancam. Ali bn Abi Thalib sampai berkata, “jika kami dikepung ketakutan dan bahaya, maka kami berlindung kepada Rasulullah. Tak seorang pun yang lebih dekat jaraknya dengan musuh selain beliau.”
*Kedermawaannya
Sifat pemurah dan kedermawaan beliau bagai angin berhembus. Beliau member kepada siapa pun yang meminta. Kemurahan beliau yang paling menonjol ialah pada bulan Ramadhan. Beliau benar-benar murah hati daripada angin yang berhembus. Jabir ra berkata, “ tidak pernah beliau dimintai sesuatu lalu menjawab, ‘tidak’.
Tidak akan pernah berkurang harta yang dinafkahkan di jalan Allah denga sedekah, bagaimana mungkin berkurang, karena pada dasarnya harta kita merupakan milik Allah? Dia berjanji akan melipatgandakan rezeki orang yang rajin menafkahkan hartanya di jalanNya.
*Sifat lainnya
Beliau adalah orang yang paling aktif memenuhi janji. Paling dapat dipegang segala ucapannya. Penyambung tali silaturahmi. Paling penyayang dan bersikap lemah lembut terhadap orang lain. Paling bagus pergaulannya.
Beliau tak segan untuk meminta saran dan pendapat dari sahabatnya sepanjang tak berkaitan dengan wahyu Ilahi. Beliau pun tak sungkan untuk membalas bagi siapa yang merasa diperlukan tidak adil oleh beliau.

link : http://amuslimblog.wordpress.com/2012/04/07/keteladanan-nabi/

Bagaimana aku disisi Tuhanku?


Bagaimana aku disisi Tuhanku?

Renungan khas yang memainkan emosi, kata yang menjadi sebuah prinsip hidup untuk terus melakukan perubahan, perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

Bagaimana aku di sisi Tuhanku:
Apakah menjadi hamba yang terabaikan
Ataukah menjadi hamba yang terdeteksi sebagai pendusta, pezina, atau pembangkang

Jika Allah swt berkenan, hamba bermohon semoga hamba dikaruniakan sifat-sifat yang berasal dari nur Allah dan nur Rasulullah yang mengaliri kehidupan hamba sebagai manusia yang ingin terus berbenah diri, hingga Allah swt menetapkan hamba sebagai hamba yang Engkau cintai di bumiMu dan akhirtMU ya Rabb.

Bergerak sebelum terlambat. :)

Doa keturunan yang baik

Bismillahirahmanirrahiim


رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiyai`: 89).


رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Ali Imron: 38).
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Artinya: " Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku". (QS. Al-Qoshos:24)

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqon: 74)

Perbandingan Dunia dan Akhirat (hitungan matematis)

Perbandingan Matematis di Dunia dan di Akhirat

Perbandingan Waktu
"Dan sesungguhnya satu hari (menurut perhitungan) Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun menurut perkiraanmu." [Al-Hajj ayat 47]

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." [As-Sajdah ayat 5]

Berdasarkan 2 ayat diatas, kita bisa perkirakan perbandingan hari antara dunia dan akhirat dengan hitungan matematika dasar.
1 hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia
1 tahun di dunia = 365 hari
1 hari di akhirat = 365 x 1000 = 365.000

Berarti satu hari di akhirat adalah 365 ribu hari di dunia.

Coba kita misalkan, jika 1 hari akhirat juga ada 24 jam, seperti di dunia.
1 hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia
1 hari = 24 jam
1 jam di akhirat = 1000/24 = 41,7

maka setiap jam di akhirat adalah sama dengan 41,7 tahun di dunia.

Usia umat nabi Muhammad adalah kurang lebih 60 tahun.
maka jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat.
1 jam di akhirat = 41,7 tahun
60 tahun/41,7 tahun = 1,4 jam

maka kita hanya hidup di dunia selama 1,4 jam berdasarkan hitungan akhirat

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan main-main dan senda gurau belaka. Dan sesungguhnya negeri akhirat itu adalah terlebih baik bagi orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" [Al-An’am ayat 32]

Perbandingan Ukuran
Lalu seberapa besarkah akhirat jika dibandingkan dengan bumi?
Kita misalkan bahwa akhirat itu sebuah planet seperti layaknya bumi.
diameter bumi adalah 12.700 km
bumi berputar dalam satu hari adalah 24 jam
1 hari di bumi = 1000 tahun di akhirat
1 tahun = 8760 jam
1000 tahun = 8.760.000 jam

maka menggunakan rumus perbandingan sederhana didapatkan
12.700/24 = x/8.760.000
x = 4.635.500.000

dari perhitungan diatas didapatkan bahwa kurang lebih diameter "planet" akhirat adalah 4,6 milyar km. itu baru diketahui diameternya saja, untuk menentukan luas nya, maka kita akan menggunakan rumus menghitung luas lingkaran sederhana.

Rumus Luas lingkaran = phi x r x r
diameter akhirat = 4.635.500.000 km
jari-jari (r) akhirat = 2.317.750.000 km
jari-jari di kuadratkan = 2.317.750.000 x 2.317.750.000
= 5.371.965.062.500.000.000

Luas akhirat = 22/7 x 5.371.965.062.500.000.000
= 16.867.970.296.250.000.000 km persegi

Luas bumi = 510.072.000 km persegi

jika luas keduanya dibandingkan, maka luas bumi hanya 1:33 milyar luas akhirat. Bumi yang luasnya 500juta km persegi masih menyisakan banyak tempat untuk populasi manusia yang sudah mencapai 6 milyar jiwa. Bayangkan akhirat yang luasnya 33 milyar kali luas bumi, mungkin bisa menampung semua makhluk dijagat raya ini. Manusia dari mulai umat Nabi Adam hingga umat Nabi Muhammad. Dari mahluk ghaib hingga mahluk-mahluk yang belum kita ketahui keberadaannya, semuanya  tertampung di akhirat sana.

Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. [At-Taubah ayat 38]

Perbandingan Jarak
Adapun yang diuraikan diatas adalah perbandingan waktu dan luas akhirat dengan bumi, belum dibandingkan jarak antara keduanya, yang setiap 1 hari perjalanan kesana adalah sama dengan 50.000 tahun. Seperti dijelaskan pada ayat berikut:

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. [Al-Ma’arij ayat 4]

kecepatan cahaya (c) dalam satu detik adalah 300.000 km
jarak antara bumi dan akhirat adalah 50.000 tahun

jika 50 ribu tahun kita konversi ke dalam hitungan detik maka:
50.000 tahun x365 = 18.250.000 hari
18.250.000 hari x24 = 438.000.000 jam
438.000.000 jam x 60 = 26.280.000.000 menit
26.280.000.000 menit x 60 = 1.576.800.000.000 detik

lalu kita kalikan jarak kecepatan cahaya tiap satu detik
1.576.800.000.000 detik x 300.000 km = 473.040.000.000.000.000 kilometer

maka jarak bumi dan akhirat adalah 473.040 trilyun kilometer yang ditempuh menggunakan kecepatan cahaya selama 50 ribu tahun

Renungan
Kita hanya diberi informasi amatlah sedikit tentang akhirat. Semua yang diuraikan diatas itu merupakan sebuah hitungan yang disederhanakan agar kita memahami segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah sedikit dan sebentar. Masih banyak kekuasaan Allah yang tidak diketahui oleh manusia, amatlah luas alam semesta yang diciptakan Allah ini. Semua yang ada di akhirat sana adalah misteri sesudah kita meninggal nanti.
wallahualam


Referensi:
http://galangspirits.blogspot.com
http://quranterjemah.com/
http://www.astronomynotes.com/solarsys/s2.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/World_population
http://en.wikipedia.org/wiki/Earth
http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20081108234151AAfrnFR

Sarana-sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah

Bissmillahirrahmanirrahim
*cahaya ramadhan 1433 H*

Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw bersabda, Sesungguhnya Allah swt berfirman

"Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku menyatakan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekati-Ku dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada apa yang telah Aku wajibkan.

Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekati Aku dengan ibadah sunah sehingga Aku mencintainya, maka ketika Aku mencintainya Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Seandainya ia meminta kepada-Ku niscaya akan Ku-beri dan seandainya dia memohon perlindungan-Ku pasti Aku akan melindunginya." (h.r.Bukhari)


Wahai jiwa yang liar, kembalilah kepada Tuhan dengan sepenuh tobat, agar jiwamu tenang dan tertuntun dengan baik. Momentum ramadhan merupakan salah satu jalan wasilah untuk kita bertaubat sebanyak-banyaknya, melunasi apa-apa yang menjadi hutang kita kepada manusia dan juga kepada Allah swt. Jika kesenangan duniawi mencegahmu mendekat kepada Allah swt maka berarti itulah sesuatu yang menipu, menipu mata dan menipu hati. Tiadalah yang lebih kekal selain akhirat. Begitu meruginya bila akhirat di abaikan. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Semoga Allah swt menuntun kita dengan penuh ridho, mendekap kita dengan penuh kasih, dan melindungi kita dengan kekuasaanNya.

Ingatlah firman-Nya:

"Dan sesungguhnya satu hari (menurut perhitungan) Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun menurut perkiraanmu." [Al-Hajj ayat 47]

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." [As-Sajdah ayat 5]

Begitu sebentar kehidupan kita di dunia ini. Wallahualam bishawab.

Senin, 25 Juni 2012

menghapus noda hitam hati, insya Allah

oleh Lytha Putri pada 6 Maret 2011 pukul 0:04 ·
Hapuslah noda hitam itu. Karena, sesungguhnya dosa akan meliputi akal & nurani secara perlahan-lahan, dan pada saat itu engkau sudah tidak akan berhasil lagi di dalam tobat.

       waspada... noda hitam sudah terbalut penuh, menguasai hati...


Perbaiki diri sebelum mati, & jangan biarkan bayang-bayang kekhawatiran, dan kegelisahan menghalangi dari bertobat. Mungkin saja ada rasa menyesal, akan tetapi menyesal  itu bukanlah tobat. jadi,,bila tidak bersiap-siap maka tidak akan mampu bertobat hingga mati.


one >>>  Tobat dari meninggalkan Shalat & meninggalkan puasa
                 dengan merasa malu dari dosa-dosa yang telah dilakukannya, dan mengqodho sholat & puasa yang telah ditinggalkannya. (baiknya bertanya kepada ulama yang mumpuni, MUI daerah masing2)


two >>> Tobat dari mengganngu manusia
                 misalkan: mencuri & mendapatkan harta dengan cara yang haram ( qs.At-Taubah:35)
                 dengan merasa malu, menyesal, & mengembalikan harta yang telah dirampas kepada pemiliknya.
Tobat jenis seperti ini adalah dengan menunaikan hak manusia yang "dipinjam sementara" kepada manusia    sampai      dengan membuatnya ridho. menunaikan hak manusia yang dulu pernah terpakai, dengan ridho dari pemiliknya.


three >>> ghibah, fitnah
                   tobatnya dengan merasa malu di hadapan Allah swt dan menggantinya dengan cara mendoakannya dan melayani orang yang bersangkutan,dalam hal memperbaiki hubungan. artinya dosa-dosa ini merupakan dosa-dosa yang bisa diganti, dan kita wajib menggantinya.



jelas, perbuatan mengumpat bisa diampuni. Akan tetapi apakah mugkin perbuatan2 itu bisa diganti??? tidak bisa diganti kan. menggantinya hanya dengan cara mendoakan orang yang telah diumpat


          " Ya Allah ampunilah orang yang telah aku umpat & orang yang telah aku dengarkan umpatan tentangnya. Ya Allah ampunilah kami semua. Ya Allah ampuni kami."


doakan di dalam shalat & layani dia di tengah-tengah  masyarakat.
meminta maaf kepada orang yang telah di umpat supaya terhapuskan beban kita (memaafkan kita) terkadang tidak layak  dilakukan. karena, perbuatan ini akan mendorong kepada timbulnya PERSELISIHAN. (( oh jadi kamu yang selama ini mengumpat,yang akhirnya ia lebih sulit untuk memaafkan, kecuali yang berhati lapang)).


baiknya dosa-dosa yang bisa diqodho tafadol diqodho, dosa-dosa yang bisa di ganti tafadol diganti & dosa-dosa yang tidak bisa diganti ataupun diqodho tafadol memohon ampunan kepada Allah dan menyenangkan hati orang  tersebut, dengan harapan semoga dia ridho atas penyesalan kita selama kita hidup.

selama nyawa belum sampai di tenggorokan, jangan putus asa untuk bersama-sama bertobat, tidak sekedar menyesal percuma,,, karena menyesal saja bukanlah tobat.


 ***** Allah saja tidak pelit untuk memafkan hambanya,, tentunya kita manusia juga akan mencontoh sifat yang baik ini dengan juga mengikhlaskan orang-orang yang pernah menyakiti kita, karena kita pun pasti pernah menyakiti ornag lain. Mudah-mudahan dengan kita melapangkan hati, Allah akan mempermudah kehidupan akhirat kita, baik ketika menjelang sakaratul maut, kubur, yaumul qiyamah, yaumul hisab. aamiin."
wallahu alam bishawab